Kamis, 28 Februari 2013

PENYAKIT JANTUNG KORONER

A. Pengertian
     Suatu kondisi patologis yang menghambat aliran darah dalam arteri yang
     mensuplai jantung dan merupakan kelainan degeneratif dengan penyebab
     utama arterosklerosis.

B. Penyebab dan Faktor Resiko
     Manifestasi PJK disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan 
     miokardium dengan  masukannya. Hal ini akibat adanya iskemik yang
     disebabkan kelainan arteri koronaria oleh proses arterosklerosis.
     Penyakit ini mungkin disebabkan akibat kelainan metabolisme lemak/lipid,
     koagulasi darah dan keadaan biofisika serta biokimia dinding arteri.
     Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung
     koroner, yaitu:
     1. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi
        - Riwayat keluarga positif
        - Peningkatan usia
        - Jenis kelamin
        - Ras
     2. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi
        - Kolesterol darah yang tinggi
        - Tekanan darah yang tinggi
        - Merokok
        - Diabetes melitus
        - Obesitas
        - Inaktivitas fisik
        - Stres
        - Kepribadian: sangat kompresif, agresif atau ambisius
        - Geografi: insidental lebih tinggi pada daerah industri
        - Pemakaian kontrasepsi oral

C. Tanda dan Gejala
     Arteriosklerosis koroner menimbulkan gejala klinis sebagai akibat
     penyempitan lumen arteri dan penyempitan aliran darah ke jantung.
     Gejala klinis yang sering timbul adalah:
     1. Palpitasi
     2. Sesak napas mulai dengan sesak napas yang terasa pendek sewaktu
         melakukan aktivitas yang cukup berat.
     3. Angina pektoris yang spesifik merupakan gejala utama dan khas
         bagi PJK, yaitu nyeri dada yang hilang timbul.
     4. Perubahan pola EKG
     5. Disritmia
     6. Sudden death

D. Penatalaksanaan 
     Penatalaksanaan PJK dibagi atas 2 macam yaitu:
     Umum:
     1. Penjelasan mengenai penyakitnya
     2. Mengubah gaya hidup tidak sehat menjadi gaya hidup sehat
     3. Pengendalian faktor resiko
     4. Pengobatan melalui pengencer darah
     5. Menurunkan demand oksigen miokard dengan istirahat dengan
         posisi cardiac 300-450 atau pemberian oksigen
     Mengatasi Iskemik
     Pemberian obat: Nitrat (gliserin trinitrat, isosorbit dinitrat), berbagai
     penyekat beta (beta bloker) untuk mengurangi kebutuhan oksigen
     dan menambah masukan oksigen.
     Rekonstruksi
     1. Trombolitik (pada PJK akut)
     2. Prosedur invasif non operasi (PTCA: percutaneaus transluminal
         coronary angioplasti) yaitu dengan melakukan pelebaran arteri
         koroner dengan balon.
     3. Operasi; merupakan tindakan yang mengusahakan agar pembuluh
         darahnya tetap paten cukup lama. Macam operasi:
         CABG (operasi pintas koroner) dan transplantasi jantung.

E. Pemeriksaan Diagnostik
    1. Pemeriksaan fisik
    2. Pemeriksaan penunjang
        EKG,  Holter, pemeriksaan laboratorium utntuk meneemukan faktor resiko,
        echocardiography, angiografi koroner.

RUJUKAN
Kurniadi, Riski. (2012). Pre-Plannuing Penyuluhan Kesehatan Asuhan Keperawatan 
        Jantung Koroner. Diambil dari www.asuhankeperawatanonline.blogspot.com 
        pada tanggal 7 oktober 2012
Tim Bidang Diklat. (2001). Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskular
       Jakarta: Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pusat Jantung dan Pembuluh Darah 
       Nasional Harapan Kita

Senin, 25 Februari 2013

Cumi Goreng Tepung

Kalo ini salah satu sea food favorit saya. Mencoba menghidangkan sajian restoran di rumah... :)
                                               

Bahan: 
1. 500 gr cumi ukuran besar
2. Tepung terigu + maizena secukupnya
3. 1 butir telur ayam, kocok lepas
4. Garam dan lada halus secukupnya
5. 500 ml minyak sayur

Cara Membuat:
1. Bersihkan cumi, pisahkan kepala cumi dari badannya,
    buang isi perut cumi dan cusi hingga putih
2. Iris bulat dan balik sisi cumi bagian luar ke arah dalam
3. Masukkan Cumi kedalam kocokan telur yang 
    sudah dicampur garam dan lada halus 
4. Angkat cumi dari kocokan telur dan gulingkan 
    dalam campuran tepung terigu dan maizena
5. Panaskan minyak
6. Masukkan cumi yang sudah dilumuri tepung 
    satu persatu kedalam minyak
7. Goreng hingga berwarna kecoklatan, angkat dan tiriskan
8. Sajikan panas bersama saus asam manis (sesuai selera)

Cah Kangkung


Ini dia sajian favorit keluarga kami, cah kangkung... Hampir disetiap tenda makan sea food yang kami singgahi, menu yang satu ini tidak pernah ketinggalan kami pesan. Dan di rumah, kami sering ber-eksperimen dengan menu ini. Gampang bikinnya dan pokoknya gak ada bosennya...
Ini dia beberapa resep eksperimen kami:
1.  Cah Kangkung Teri Medan


     Bahan:
     1 ikat kangkung, ambil daunnya
     2 sdt teri medan (sesuai selera)
     1 buah bawang putih, cincang
     2 buah bawang merah, cincang
     3 buah cabe rawit merah, iris
     (atau sesuai selera)
     1 sdt saus tiram
     Air, garam, dan gula zsecukupnya  
     1 sdm minyak sayur

     Cara Memasak
     1. Goreng teri medan
         sampai setengah kering
     2. Tumis bawang putih dan
         bawang merah sampai harum
     3. Masukkan irisan cabe, gula, garam,
         saus tiram dan teri medan yang sudah di goreng.
     4. Masukkan kangkung, tambah air secukupnya. Masak
         hingga layu.
     5. Angkat dan sajikan segera
     Sajian untuk 2 orang

2. Cah Kangkung Tauco



picture: http://kumpulanresepmudah.blogspot.com
                                     
    Bahan:

    1 ikat kangkung, ambil daunnya
    1 sdm tauco
    1 buah bawang putih, cincang
    2 buah bawang merah, cincang
    3 buah cabe rawit merah, iris (atau sesuai selera)
    1 sdt saus tiram
    Air, garam, dan gula (perpaduan gula pasir dan gula jawa) secukupnya
    1 sdm minyak sayur

    Cara Membuat
    1. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum
    2. Masukkan irisan cabe, gula, garam, saus tiram dan tauco.
    3. Masukkan kangkung, tambah air secukupnya. Masak hingga layu.
    4. Angkat dan sajikan segera
    Sajian untuk 2 orang
 



Kamis, 01 Juli 2010

Lelah... Aargh!






Aku...
Entah dalam posisi mana aku sekarang...
Seperti kehilangan orientasi akan hidup
Otakku terus berkicau mencemooh sepanjang jalan yang kulalui
Tapi aku terus berjalan...

Berjalan...
Badanku kini kurus kering, karena jalan ini pantas dikatakan tandus

Lelah...
Aku ingin mencari jalan lain
dimana aku bisa menemukan taman yang indah...
gemericik air yang menyejukkan
nyanyian burung yang mungkin mampu mengambil alih kicau otakku

Lelah...
Kupikir, mencari jalan lain untuk menemukan itu semua
akan kembali menyita tenagaku...
dan mungkin merongrong hajat hidup orang banyak...

Lelah...
Jika kuteruskan menelusuri jalan ini,
aku tak mampu memperhitungkan kemampuanku berbanding jarak perjalanan sampai-ku

Menemukan keindahan taman itu...
gemericik air itu...
dan niukmatnya duduk dalam kedamaian...

Lelah...
Pantaskah aku mengadu atas keputusan yang hampir tuntas dari nurani ini?
Tapi, untuk tetap berada di jalan ini...
melanjutkan perjalanan, bukanlah pilihanku,
dan bukanlah nuraniku...

Atas dasar hajat hidup orang banyaklah semua itu aku jalani.

Depok, 1 Juli 2010

Sabtu, 26 Juni 2010

Sisi Pandang...

Ruang Pikirku terasa begitu penuh oleh hayalan dan harapan
Ahad, 21 Juni kemaren...
Aku ikuti satu seminar mengenai "Fahim Qur'an"

Subhanalloh...
Baik pembicara maupun materi yang dihadirkan begitu memperkaya sisi pandang hidupku
Yang...
mungkin mampu menjadi tambahan opsi sebagai bekal solusi

Ustadz Purwanto, seorang muallaf yang hadir sebagai pembicara
cukup menghentak rona rutinitasku
menyalurkan aura positif yang mampu menelusup dalam pori jiwaku
menyadarkanku banyak hal tentang Ad-din...

Inspirasi

What do Nurses mean to you?


Nurses always perceived that they have a great deal to offer that is of value,
They are required in any situation that person experience especially in the illness trajectory,
they have to go on duty, days and night, 24 hours a day, on... and on...
they have to ignore their need of happiness with their own family

Actually.... Nurses are ordinary individuals some as others
they have feelings, and they also have attitudes
they have needs and also have own lifes

They always have to be there and ready to smile, open hands, and clear thought,
Acaring behaviors is mandatory for them, and they have to be an angel and life safer for people in need,
But, untuil the recent years they have not been convinced
that their value is equal to that of other health profession,
moreover they have never been valued as real profession who deserve recognition,
this is because the wrong yardstick has been used to measure the nurses value
Even so, nothing can stop one to become a nurse
And today...hopefully is a good beginning to change the situation
and renew the people's mind set

Prof. Dra. Elly Nurachmah, D.N.Sc
May, 22nd 2004

Selasa, 15 Juni 2010

Sekedar Mengisi Libur -jaga-







Setelah menyempatkan sekedar membuka dan membolak-balik beberapa lembar tesis di perpustakaan kampus...

Satu, dua, dan lebih judul tesis yang menggugah rasa tahu-ku...
mentransformasikan kata penasaran yang terjejal dalam pikirku menjadi "aha..."
menggugah inspirasi menjadi susunan ide yang masih begitu emosional
sehingga menjejak diri untuk segera direalisasikan meski prematur.

Tapi...
lagi-lagi kesadaran akan posisi dan kapasitas
membuat hentakan kaki kembali urung untuk dipertegas
mengaturnya...
mungkin dengan berjingkat tanpa jejak hingga dianggap pantas

Membaca dan mencatat, kegiatanku hari ini
Banyak nilai yang kudapat
sebagai bekalku untuk berdedikasi pada profesi dan cerdas "berkarya"
Karya dalam kutip, karena absurd bentuk nyatanya
namun nyata dalam ruang imajinasi

Nilai itu memberiku ruang yang lebih luas dalam lapang dadaku...
Seperti kutipan dari Freudenberger dalam Farber, 1991 bahwa bekerja melayani orang lain membutuhkan banyak energi karena harus bersikap sabar dan memahami orang lain dalam keadaan krisis, frustasi, ketakutan, dan kesakitan.
Betapa, ini yang kurasakan...

Aku harus mengumpulkan energi sebanyak mungkin untuk membuatku lebih prima
meski yang tersering adalah defisit energi
Tetapi, dalam konteks kerja melayani, tak kenal kondisi itu
yang ada hanyalah mampu memenuhi hatrapan dan tuntutan

Depok, 15 Juni 2010       00.00 wib