Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Sejenak 'Tumakninah'

Bersama waktu yang kian berlalu,
menghempas...
melibas...
diri-diri yang jenak.

Dan, aku ingin memposisikan jenak demi jenak diriku...
dalam rajutan penuh hikmah,
agar,
berpola makna indah...
menjadi diri yang berkenan manfaat,
lagatnya lugas, cukup asor...
menyertakan Tuhannya tidak hanya dalam jenak-jenak dirinya...

Aku ingin meratus syukur pada-Mu...
atas bertambahnya bilangan usiaku, kini...
atas runtutan nikmat dan keberkahan yang Engkau limpahkan kepadaku, keluargaku...
suami yang menyayangiku, menyayangi keluargaku...
kesabaran, kelapangan, dan kemudahan untuk senantiasa khusnudzon dalam menanti buah hati kami,
Damai luar biasa Alloh...
Subhanalloh...

Belum tuntas ku merangkai istiqomah...
belum genap ku menghadirkan hati...
dalam khusyuk di setiap sujud ibadahku...

Sejenak 'Tumakninah'

untuk kemudian merangkai gerakan dengan maneuver,
seperti rajutan penuh hikmah - berpola makna indah...

Forever loving you, Suamiku Mas Esha Najitama...
Terima Kasih... :)
Termasuk kejutan mengesankan pagi ini... :)



                                                         
            



Kamis, 01 Juli 2010

Lelah... Aargh!






Aku...
Entah dalam posisi mana aku sekarang...
Seperti kehilangan orientasi akan hidup
Otakku terus berkicau mencemooh sepanjang jalan yang kulalui
Tapi aku terus berjalan...

Berjalan...
Badanku kini kurus kering, karena jalan ini pantas dikatakan tandus

Lelah...
Aku ingin mencari jalan lain
dimana aku bisa menemukan taman yang indah...
gemericik air yang menyejukkan
nyanyian burung yang mungkin mampu mengambil alih kicau otakku

Lelah...
Kupikir, mencari jalan lain untuk menemukan itu semua
akan kembali menyita tenagaku...
dan mungkin merongrong hajat hidup orang banyak...

Lelah...
Jika kuteruskan menelusuri jalan ini,
aku tak mampu memperhitungkan kemampuanku berbanding jarak perjalanan sampai-ku

Menemukan keindahan taman itu...
gemericik air itu...
dan niukmatnya duduk dalam kedamaian...

Lelah...
Pantaskah aku mengadu atas keputusan yang hampir tuntas dari nurani ini?
Tapi, untuk tetap berada di jalan ini...
melanjutkan perjalanan, bukanlah pilihanku,
dan bukanlah nuraniku...

Atas dasar hajat hidup orang banyaklah semua itu aku jalani.

Depok, 1 Juli 2010

Selasa, 15 Juni 2010

Sekedar Mengisi Libur -jaga-







Setelah menyempatkan sekedar membuka dan membolak-balik beberapa lembar tesis di perpustakaan kampus...

Satu, dua, dan lebih judul tesis yang menggugah rasa tahu-ku...
mentransformasikan kata penasaran yang terjejal dalam pikirku menjadi "aha..."
menggugah inspirasi menjadi susunan ide yang masih begitu emosional
sehingga menjejak diri untuk segera direalisasikan meski prematur.

Tapi...
lagi-lagi kesadaran akan posisi dan kapasitas
membuat hentakan kaki kembali urung untuk dipertegas
mengaturnya...
mungkin dengan berjingkat tanpa jejak hingga dianggap pantas

Membaca dan mencatat, kegiatanku hari ini
Banyak nilai yang kudapat
sebagai bekalku untuk berdedikasi pada profesi dan cerdas "berkarya"
Karya dalam kutip, karena absurd bentuk nyatanya
namun nyata dalam ruang imajinasi

Nilai itu memberiku ruang yang lebih luas dalam lapang dadaku...
Seperti kutipan dari Freudenberger dalam Farber, 1991 bahwa bekerja melayani orang lain membutuhkan banyak energi karena harus bersikap sabar dan memahami orang lain dalam keadaan krisis, frustasi, ketakutan, dan kesakitan.
Betapa, ini yang kurasakan...

Aku harus mengumpulkan energi sebanyak mungkin untuk membuatku lebih prima
meski yang tersering adalah defisit energi
Tetapi, dalam konteks kerja melayani, tak kenal kondisi itu
yang ada hanyalah mampu memenuhi hatrapan dan tuntutan

Depok, 15 Juni 2010       00.00 wib